My Photo
Powered by Friendster Blogs
Member since 05/2005

Categories

May 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    

29 March 2007

back to U.....

if Allah has decided to bring you to it,
Allah will bring you to it..

happy moments, praise Allah
difficult moments, seek Allah
painful moments, trust Allah
quiet moments, worship Allah
every moment, thank Allah

Calig12

01 November 2006

R M S

Kutub Perikatan

Pernah sebelum menggelayut dalam tiga pekat
selama sepuluh kurang satu dan sepuluh
Kau selipkan selingkar tulus dijari manisku
Masih kuingat pipiku bersemu waktu itu
Namun sayang belum sempat ada bincangan
Kita telah dipanggil untuk dihembuskan
dan menikmati lembut sentuhan telapak kehidupan
di penjuru sendiri-sendiri

Sealur setapak kuketuk pintu-pintu
Selalu hanya sebentar di dalam untuk melihat
adakah kamu yang di depan perapian
Harus aku sendiri yang mengetuk
Karena tak bisa kulukis merdu selarasmu
pada teman-teman sepejalan

Akan kudapati kamu
hanya jika telah kau sentuh kembali jari manisku
untuk menambah kilau tulus yang dulu;
Berakhir setapak sendiri

Buat kamu yang siapa dan dimana

(no name)


Home

20 October 2006

Jiwa Rayyan

merekalah jiwa-jiwa rayyan

yang kesedihannya kian berubah menjadi air mata

berbulir-bulir hingga jumlah tak terkira

jiwa rayyyan menebarkan pandangannnya ke segala arah. diambilnya satu-satu cuplikan indah kenangan ramadhan dan ia tanam lekat dalam lubuk kalbunya. satu episode kehidupan, di malam lailatul qadr...

di sudut sana, seorang tua sedang asyik melawan kantuk. di genggamannya, sebuah cahaya sedang memancar, menghidupkan molekul udara di sekitarnya. yang terkesima dengan firman Al Quddus. bergerak teratur membentuk harmoni zikir. sesekali rembulan melongok kepadanya, iri dengan gerak tari temannya yang asyik mentadabburi tilawah.

jiwa rayyan asyik terpekur kemudian menangis. air matanya seakan bergidik mengingat ummat yang akan kembali melecehkan kalam suci. berlalu ramadhan, berlalu pula kalimat-kalimat suci itu tanpa mampu memberi pengaruh dalam jiwa. mereka memuliakan jasadnya tapi menginjak-injak isi kandungannya. mereka mencium lembarannya, tapi meludahi maknanya, seolah tak percaya, ia datang dari Yang Maha Mengatur makhluk-Nya. ramadhan berlalu dan itu berarti tak akan ada lagi suara-suara merdu pengisi surau yang berlomba mengkhatamkannya. ramadhan berlalu, dan itu berarti, dunia akan kembali kering dengan suara-suara bising pengejar harta. Oh.....

merekalah jiwa-jiwa rayyan

yang kerinduannya membekas di jiwa

menjelmakan iman dalam dada

jiwa rayyan kembali menebar pandangan. di pojok sana, sekelompok anak sedang asyik bercengkrama. di hadapannya sebuah pelita sedang menyala dengan terangnya. cahaya demi cahaya mengalir lembut ke  seluruh tubuh yang hadir di halaqah ilmu itu. masuk lewat kepala, mata, hidung, dan telinga. cahaya itu msuk ke dalam hati menumbuhkan keyakinan diri. sesekali terdengar tawa, yang kian memadatkan cahaya itu masuk menjadi ilmu. jiwa rayyyan tersenyum melihat tunas-tunas muda itu lincah memainkan potensi akalnya yang tak terbatas untuk menampung ilmu dari Yang  Maha Tahu. gembira mengetahui ternyata masih ada sekelompok manusia yang mereguk nikmat ilmu.

tapi sejurus kemudian, luruhan air mata kembali menghias. badannya merunduk. menyisakan banyak pertanyaan. sampai sini sajakah episode itu tergelar? sementara, sebentar lagi mereka tak ubahnya orang bebal yang mengubur masa depan dengan suka cita? sampai sini sajakah pemandangan ini menyejukkan? sementara, sebentar lagi kayu dan batu menjadi bahasa bagi kelanjutan risalah, bagi kelanjutan bangsanya? ramadhan berlalu, dan itu berarti generasi mudaku hancur luluh. oh......

merekalah jiwa-jiwa rayyan

yang tekadnya melangit tinggi

kibarkan izzah kerajaan Ilahi

jiwa rayyan kembali menebarkan pandangannya. matanya singgah di mihrab. dilihatnya seorang pemuda sedang mengusap tangisnya. tangannya yang tengadah terkadang jatuh ke muka. badannya terguncang. mulutnya tak pernah berhenti mengeluarkan cahaya, menyebar, membentuk pelindung di sekujur tubuh. di atasnya, sepasukan malaikat mendekat dan mengaminkan do'anya. lama ia berdo'a hingga luruh badannya.

jiwa rayyan terpekur melihat potret dirinya. kini semakin banyak pemuda yang kembali. menyadari hakikat kehidupan dam mulai menemukan jati diri. mereka manghias generasi hari ini yang kering dengan nuansa iman. mengobati umat yang sakit karena lama meninggalkam Rabb nya.

jiwa rayyan tersenyum, dan menerawang jauh ke masa-masa silam. dulu mereka dimusuhi, namun kedatangan mereka semakin disadari laksana air sejuk di tengah sahara. di luar ramadhan, mereka menjadi singa yang siap menghantam kezhaliman. tiap bertemu ramadhan, mereka menjadi rahib-rahib yang menangis takut kepada Tuhannya, dan mengisi masjid-masjid yang mulai ditinggalkan penghuni semunya. beri'tikaf.

dengannya, mereka melepas kepergian ramadhan dengan tekad baja. dengannya, mereka melepas kepergian ramadhan dengan tugas mulia. kepada merekalah nasib berjuta orang digantungkan. merekalah tunas harapan, yang akan menggantikan generasi dungu hari ini. menjawab kegalauan berjuta makhluk yang merindukan Islam. oh.......

merekalah jiwa-jiwa rayyan

yang resah menanti hari

berpisah dengan kekasih tambatan hati

jiwa rayyan kembali membungku jiwanya dengan renungan. diangkat kepalanya tengadah ke atas. dilihatnya cahaya bintang, yang kini langitnya tak lagi berawan. ribuan malaikat datang mendekat dan pergi secepat kilat berlalu lalang dengan riuhnya. laksana pengunjung pasar, mereka menjinjing pahala. melaporkan tanda bahwa hamba-hamba-Nya sedang beribadah.

jiwa rayyan kembali ke peraduan. menutup lembaran kehidupan dengan tenang. sementara di luar, takbir berkumandang mengabarkan datangnya kemenangan. baginya itu adalah panggilan 'kerja' ......

merekalah jiwa-jiwa rayyan

taken from al izzah magz

"sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu yang bernama rayyan. esok pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu tersebut, dan selain mereka tak ada yang melaluinya. datanglah suatu pertanyaan : 'dimanakah orang-orang yang berpuasa? ' mereka bangun lalu masuk melalui pintu itu. bilamana mereka suadah masuk semuanya, pintu tersebut ditutup hingga tak seorang pun lagi yang dapat masuk" (HR. Bukhari & Muslim)          

21 September 2006

a worry...

tak terasa 11 bulan kita sudah tanpa kita sadari kita banyak menyia-nyiakan waktu. kebaikan yang tersemai pada ramadhan tahun lalu,

makin lama makin kering, bahkan nyaris mati.

saudaraku...

nikmatilah saat detik-detik penantian, menerima tamu agung...

ingatlah langkah demi langkah perjalanan usia kita.

renungi episode demi episode hidup yang telah kita lalui.

sekarang kita akan memasuki kembali sebuah bulan yang ternilai kemuliaannya,

sebuah bulan yang tak terbayar mahalnya oleh usia kita sendiri. khairun min alfi syahr...

bulan yang tak pernah tertandingi oleh materi apapun. 

ada baiknya jika kita berhitung,

ramadhan keberapakah dalam hidup kita yang akan kita temui esok hari?

bagaimana keadaan kita pada bulan ramadhan tahun lalu?

flashback... do a contemplation...

apakah kita termasuk orang yang pernah mendapat kemuliaan ramadhan?

pernahkah kita melalui ramadhan yang betul-betul bermakna?

berapa banyak waktu yang terbuang karena kita hanya memikirkan menu sahur dan berbuka? berapa banyak ramadhan yang kita isi hanya dengan tidur saja?

berapa kali ramadhan yang kita hanya menyibukkan diri dengan membuat kue dan memilih baju untuk hari raya? 

berapa banyak ramadhan yang terlewatkan tanpa makna karena kita hanya mengisinya dengan amaliyah yaumiyah yang biasa-biasa saja?

padahal saudaraku...

berlalunya ramadhan bagi orang-orang yang shaleh seharusnya menimbulkan kesedihan. mereka bersedih karena peluang untuk mendapatkan pahala berlipat ganda sudah habis.

Rabbana...

ampuni kami jika samapai hari ini ternyata kami belum mampu merasakan nikmatnya ramadhan mulia. 

lalu, apa yang sudah kita persiapkan untuk ramadhan kali ini?

saudaraku...

bersiap-siaplah untuk menyedikitkan waktu tidur...

bersiap-siaplah untuk menambah bilangan rakaat shalat-shalat sunnah kita...

bersiap-siaplah untuk berlama-lama tilawah alqur'an...

bersiap-siaplah untuk lebih banyak mengeluarkan infaq dan sedekah...

bersiap-siaplah untuk berkompetisi dlm kebaikan dgn sahabat-sahabat kita...

bersiap-siaplah untuk mampu bertahan dan tetap tidak melanggar aturan Allah..

jika Allah memanjangkan usia kita hingga ramadhan tahun ini,

mari kita sama-sama tanamkan perasaan pada diri kita, bahwa ini adalah ramadhan yang terakhir yang akan kita lewati.

kuatkan azzam kita untuk menghapus dan menebus dosa-dosa kita di bulan penuh berkah ini, mengisi sisa waktu hidup dengan mengerjakan amal-amal shaleh,

sebanyak-banyaknya.

karena siapa tahu,

jika udara ramadhan tahun ini

merupakan udara ramadhan terakhir yang kita hirup...

Ramadhan_3_1   

31 August 2006

mencintai itu keputusan

Sebab cinta adalah kata lain dari memberi
Sebab memberi adalah pekerjaan cinta... 
sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, 
menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat
sebab pekerjaan berat itu harus
ditunaikan dalam waktu lama
sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu
hanya mungkin dilakukan oleh mereka
yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh
maka setiap orang hendaklah berhati-hati
saat ia mengatakan, "Aku mencintaimu" Kepada siapapun!
Sebab itu adalah keputusan besar.

Ada taruhan kepribadian disitu.
Aku mencintaimu,adalah ungkapan lain dari
Aku ingin memberimu sesuatu..
Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari, 
Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu
untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan
untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia..
aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu
agar bisa tumbuh semaksimal mungkin..
aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku
proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian
yang akan kulakukan padamu..
aku juga akan melindungi dirimu
dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu
dan proses pertumbuhan itu..

taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai
terhadap integritas kepribadian kita.
Sekali kamu mengatakan kepada seseorang,"Aku mencintaimu"
kamu harus membuktikan ucapan itu.
Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan,
tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan kita memberi,
kesiapan dan kemampuan berkorban,
kesiapan dan kemampuan pekerjaan-pekerjaan cinta :
memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.

Sekali deklarasi cinta tidak terbukti,
kepercayaan hilang lenyap.
Tidak ada cinta tanpa kepercayaan.
Begitulah bersama waktu suami atau istri
kehilangan kepercayaan kepada pasangannya.
Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya.
Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya.
Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya.
Semua dalam satu situasi : cinta yang tidak terbukti.
Ini yang menjelaskan mengapa cinta
yang terasa begitu panas membara di awal hubungan
Lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua,
ketiga, keempat dan seterusnya.
Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar,
persahabatan berakhir, keluarga berantakan,
atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.

Jalan hidup kita biasanya tidak linear.
Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan.
Karena itu konteks di mana  pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan
tidak selalu kondusif secara emosional.
Tapi disitulah tantangannya :
membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi yang sulit.
Di situ konsistensi teruji.
Di situ juga integritas terbukti.
Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta
di tengah situasi yang sulit,
jauh lebih bisa membuktikannya dalam waktu yang longgar.

Mereka yang dicintai dengan cara begitu,
biasanya mengatakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh.
Bahagia sebahagia-bahagianya.
Puas sepuas-puasnya.
Sampai tak ada tempat bagi yang lain.
Bahkan setelah sang pencinta mati. 

Oleh : Anis Matta

=============================================================================
buat yg ingin menikah di jalan da'wah..

2an

10 July 2006

layakkah kita dicintai?

layak dicintai adalah lambang keberartian.
sebab cinta tak dipersembahkan untuk padang jiwa yang hampa,
tidak juga untuk karya-karya yang tak bermakna.
hanya bila kita berguna, maka kita layak dicintai.

hidup tak memberi ruang untuk orang-orang yang kikir atau degil.
yang hanya bisa merusak tanpa bisa membangun.
yang hanya pandai mengkhianati, menyakiti
dan tak pernah berdaya untuk merajut kembali.
yang hatinya beku dan tak pernah mampu mengilhami.
hanya bila kita berarti, maka kita layak dicintai.

kelayakan dicintai adalah  definisi  dari sebuah  kapasitas diri.
kapasitas yang bisa diukur dari sejauhmana kita memiliki harga.
dalam wujud amal nyata dan peran-peran yang berbukti.
nilai umum dari orang yang layak dicintai,
adalah  kemanfaatan dirinya bagi kehidupan,
bagi sesama, bagi keberlangsungan diri dan orang lain.

layakkah kita dicintai, adalah pesan sosial yang menegaskan
bahwa keberadaan kita di dunia ini;
di rumah, di tempat kerja, di masyarakat, di tempat belajar,
di kursi-kursi jabatan yang mewah,
harusnya mencerminkan kehidupan yang menjawab pertanyaan tersebut.
siapa yang tak berguna, tak memberi manfaat bagi kehidupan ini,
sesungguhnya memang tak layak untuk mendapatkan cinta.
dari siapapun.

karunia iman memberi kekuatan lain pada makna kelayakan cinta itu.
disini keberartian menjadi sempurna.
beriman, berdaya guna, taat dan kemudian memberi manfaat bagi kehidupan sesama.
maka sebaik-baik mukmin adalah yang banyak memberi manfaat bagi orang lain.
karenanya kelayakan dicintai pada dimensi yang paling mendalam
adalah kemampuan seorang manusia untuk bisa mengerti apa yang seharusnya dilakukan
sebagai seorang hamba yang diciptakan ALLAH di muka bumi ini.
yang kelak akan mati, lalu dimintai pertanggungjawaban.
maka dengan begitu, ia akan memburu cinta-NYA agar layak dicintai.

pada perburuan cinta itu lantas berhamburan amal-amal dan kebaikannya
untuk orang-orang yang ada di sekelilingnya.
maka profesi dan status tak kuasa membendung aliran-aliran kebaikan itu.
sebab profesi dan status itu hanya lorong-lorong tempat orang yang layak dicintai
itu mengalirkan arus kebaikannya.

di setiap jengkal wilayah sosial kita selalu ada tempat untuk bertanya.
maka bertanyalah kita. hari ini. sejenak saja.
tentang hiruk-pikuk pergulatan hidup yang kita jalani.
di jenak-jenak lelah  dan godaan bosan yang menghantui.
atau tentang kerja-kerja duniawi yang menguras akal budi.
disela  oleh mimpi dan keinginan memiliki bertumpuk rezeki.
atau tentang belajar di meja-meja buku yang tak kunjung usai.
ditingkahi malas dan lambaian jalan menyimpang yang merajuk merayu.
adakah semua itu mengantarkan kita menjadi orang yang layak dicintai?    

(taken from tarbawi)

=====================================================================================
"sesungguhnya jika ALLAH mencintai seorang hamba,
maka jibril pun berseru : sesungguhnya ALLAH mencintai si fulan,
maka cintailah ia. kemudian jibril juga mencintainya.
lalu jibril berseru ke langit: sesungguhnya ALLAH telah mencintai si fulan,
maka cintailah ia. maka semua yang ada di langit mencintainya,
serta diberikan tempat yang luas baginya untuk dicintai di bumi" 
(H.R BUkhari&Muslim)

28 May 2006

indahnya ukhuwah kita

sahabat...
ketika kau beri aku arti  sebuah perjuangan
kau katakan
kita akan melangkah di atas batu  yang tajam,
akan terhempas badai angin yang kencang,
akan terjatuh dalam jurang yang terjal,
dan kadangkala tersesat dalam luasnya padang.

sahabat...
sulitnya aku memahami arti perjuangan yang kau berikan,
mungkinkah aku dapat tetap berjalan
saat batu itu menancap kuat hingga sulit terlepas?
mampukah aku menahan badai angin
dan tetap kokoh  berdiri dan berjalan?
dapatkah aku bangkit setelah jatuh dalam terjalnya jurang?
akankah aku mapu menemukan arah perjalanan?

namun kau katakan lagi
tentang arti sebuah persaudaraan.
bersama...
melangkah, berjalan,
dan berjuang untuk sebuah kemenangan.

sahabat...
kini akau tahu semua arti yang kau berikan
bahwa kesulitan
akan terkikis oleh ikatan persaudaraan...

dedicated for my beloved friends who guided me for "a true hijrah"
uhibbukum fillah...

19 May 2006

merah saga

saat langit berwarna merah saga
dan kerikil perksa berlarian
meluncur laksana puluhan peluru
terbang bersama teriakan takbir
semua menjadi saksi atas keberanianmu
kita juga menjadi saksi atas keteguhanmu
ketika yahudi-yahudi membantaimu
merah berkesimbah di tanah airmu
mewangi harum genangan darahmu
membebaskan bumi jihad palestina
perjuangan telah kau bayar dengan jiwa
syahid dalam cinta-NYA..

(lyrics nasyid from shoutul harakah)
Paaa_4

18 May 2006

f i g h t !

kepalkan tangan kanan
hadapi lawan
maju ke depan
raih kemenangan
maju ke depan - raih kemenangan !
Palestinien_3

23 April 2006

for what has happened today..

sometimes the moment hurts you
sometimes people make you dissappoint
but the most important thing is
the way how you think, accept and learn...

12 March 2006

being the winner

setiap hari kita mengumpulkan
satu persatu karakter diri.
di pelataran tempat hidup,
kita  merujuk pada nilai, sejarah,
sampai sosok yang  kita anggap sesuai.
lalu lahirlah figur pada setiap diri kita.
tapi jangan salah memilih,
penyesalan tiada arti.
izinkan hanya kebaikan
yang mengisi wadah karakter kita.
maka kitalah pemenang...

(al izzah)

13 February 2006

berbekal ke negeri yang kekal

saudaraku,
jangan pernah berhenti memperbaiki diri
jangan pernah lelah untuk berbenah
jangan menunda-nunda mengejar pahala
jangan ada kata bosan dalam berbuat kebajikan
jangan pernah ragu untuk terus menyeru
jangan katakan sudah terlambat untuk bertaubat
karena saudaraku,
akhir dari semua telah pasti
aku, kamu ,kalian, mereka
yaitu... MATI...

01 January 2006

special gift from a friend...

jika DIA memberiku kuasa. kan kupersembahkan untukmu hadiah istimewa.
hari kedelapan untuk istirahatmu. hari kesembilan untukmu merasai sejuta cinta.

tapi ternyata kau tak membutuhkannya. dunia bukan tempat istirahat bagimu.
ia ladangmu menyetia janji potensi, mengolahnya menjadi kebaikan semesta.
maka hadiah hari kedelapanku sia-sia...

sedang cinta, ternyata kau tak pernah hampa darinya.
meski setiap hari energimu kau bagi. setiap detik banyak jiwa harus kau sapa.
selalu kau rasai cinta dari seruanmu,
walau tak jarang, tulus hati dan peluhmu berbuah penolakan yang menyakitkan.
"mereka hanya belum mengerti" bisikmu lirih, sambil menggelar sabar seluas samudra.
hadiah kesembilanku pun tak perlu ada.
karena kau ingin sekokoh Nuh  yang tsabat di hadapan ummatnya.
kau ingin seteguh Ibrahim  yang setia dengan janji hatinya.
kau rindu semulia Muhammad, yang tak sekedar matahari
tapi juga teduh memberi payung kasih untuk manusia.

maka hadiah terindahku kubingkai harap beralas do'a.
kupinta DIA membangunkanmu istana, tempatmu istirah. yang penuh cinta.
yang pondasi dan dindingnya berdiri di atas perjuangan panjang tak kenal keluh kesah.   
yang atapnya tertuai dari buah keikhlasan hati yang tak pernah galau akan janji RABBnya.

kupinta DIA, memberimu senjata luar biasa.
agar tak pernah kalah dirimu oleh badai sanjungan dan ujian.
agar tak pernah lekang izzahmu oleh tiupan ghurur yang tak bertuan
sebelum terlunasi perjalananmu disini.
agar kau tetap seindah namamu : sang pejuang.
sejak kini... hingga kau kembali...

(from puspa)

permohonanku..

Tuhan...
ketika aku menyukai seorang teman
ingatkan aku bahwa akan ada sebuah akhir
hingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan...
ketika aku merindukan seorang kekasih
rindukan aku  pada  yang rindu cinta sejati-Mu
agar kerinduanku kepada-Mu semakin menjadi

Tuhan...
jika aku hendak mencintai seseorang
temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
agar bertambah kuat cintaku kepada-Mu

Tuhan...
ketika aku sedang jatuh cinta
jagalah cinta itu
agar tak melebihi cintaku kepada-Mu

Tuhan...
ketika aku berucap "aku cinta padamu"
biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut kepada-Mu
agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

sebagaimana orang bijak berucap
mencintai seseorang bukanlah apa-apa
dicintai seseorang adalah sesuatu
dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
tetapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya...

Cinta_2

22 December 2005

ikhwan sejati

ikhwan sejati bukan dilihat dari bahunya yang kekar
tapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya

ikhwan sejati bukan dilihat dari suaranya yang lantang
tapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya
tapi dari sikap bersahabatnya pada orang disekitarnya

ikhwan sejati bukan dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat kerjanya
tapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah

ikhwan sejati bukan dilihat dari kerasnya pukulan
tetapi dari sikap bijaksananya memahami persoalan

ikhwan sejati bukan dilihat dari dadanya yang bidang
tapi dari hati yang ada dibalik itu

ikhwan sejati bukan dilihat dari banyaknya akhwat yang memujanya
tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya

ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan
tetapi dari tabahnya ia menghadapi lika-liku kehidupan

ikhwan sejati bukan dilihat dari kerasnya ia membaca alqur'an
tetapi dari konsistennya ia menjalankan apa yang ia baca

dan MUHAMMAD RASULULLAH adalah IKHWAN SEJATI
teladan bagi siapa saja yang ingin menjadi ikhwan sejati

04 December 2005

on the right path

tetaplah disini, saudaraku...
di jalan keimanan, di jalan keislaman ini.
tetaplah disini, saudaraku...
bersama meniti jalan sampai usai.
kita semua telah letih
karena memang perjalan ini sangat panjang dan berliku.
tapi tetaplah disini dan jangan menjauh!!!
yakinlah bahwa kenikmatan yang kita reguk di jalan ini
jauh lebih banyak ketimbang orang-orang yang lalai itu.
keindahan yang kita alami disini
sangat lebih indah daripada keindahan
yang kerap dibanggakan oleh mereka yang jauh dari jalan ini.

saudaraku...
jangan berharap atau tertipu
dengan fatamorgana kenikmatan,
keindahan dan kebahagiaan semu
yang sering kita lihat dari orang-orang
yang jauh dari tuntunan Allah.
jadi,
tetaplah disini...   

always istiqomah, ikhwah!

wanita itu...

jangankan lelaki biasa,
nabi pun terasa sunyi tanpa wanita
tanpa mereka, hati, pikiran, perasaan lelaki akan resah
masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya
apalagi yang tidak ada di surga,
namun Nabi Adam tetap merindukan Siti Hawa

kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri, atau puteri
dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok
untuk diluruskan oleh lelaki,
tetapi kalau sendiri yang tidak lurus,
tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus
luruskanlah mereka dengan petunjuk Allah,
karena mereka diciptakan begitu rupa oleh-Nya
didiklah mereka dengan panduan dari-Nya :
jangan coba jinakkan mereka dengan harta,
nanti mereka semakin liar...
jangan hibur mereka dengan kecantikan,
nanti mereka semakin menderita...
yang sementara itu tidak akan menyelesaikan mesalah...
kenalkan mereka kepada Allah,
Dzat yang kekal, di situlah kuncinya

akal setipis rambutnya, tebalkan ia dengan ilmu...
hati yang serapuh kaca, kokohkan ia dengan iman...
perasaan yang selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak...

suburkanlah, karena dari situlah nanti mereka
akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan
akan terhibur dan berbahagialah mereka,
walaupun tidak jadi ratu cantik dunia,
presiden ataupun perdana menteri ataupun women gladiator
bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan
itu bukan diskriminasi Tuhan
sebaliknya di situlah kasih sayang Tuhan,
karena rahim wanita yang lembut itulah
yang mengandungkan lelaki2 wajah:
negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lain
tidak akan lahir superman tanpa superwoman.

wanita yang lupa hakikat kejadiannya,
pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan
tanpa ilmu, iman dan akhlak,
mereka bukan saja tidak bisa diluruskan,
bahkan mereka pula membengkokkan
lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh kaum perempuan...
daripada perempuan yang dirusak oleh laki-laki...
sebodoh-bodoh perempuan pun bisa
menundukkan sepandai-pandainya lelaki.

itulah akibat apabila wanita tidak kenal Tuhan
mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri,
apalagi mengenal lelaki.
kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary,
bahkan anakpun akan kehilangan ibu,
suami kehilangan istri dan bapak akan kehilangan puteri
bila wanita durhaka dunia akan huru-hara
bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa

para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan
tetapi binalah kepemimpinan
pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah,
pimpinlah diri sendiri dahulu kepada-Nya
jinakkan diri dengan Allah,
niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita
jangan mengharap istri seperti Siti Fatimah
kalau pribadi belum lagi seperti Sayyidina Ali

(email from rlgw053@.....com)

23 November 2005

secarik motivasi

mungkin tak seorang pun bersimpati pada kesulitanmu, ukhti.
atau mau mendengar dan memperhatikan keluhanmu. itu tak apa. biarkan saja .
manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.
mereka kebanyakan mendahulukan kepentingan egonya.
jadi mengapa kamu harus kesal dan memasukkannya ke hati?

hidup itu sederhana jika kita tak menuntut belas kasih orang lain.
hidup ini terasa manis, ketika kita bersedia menolong tanpa pamrih.
semakin banyak kau memberi, semakin ringan langkahmu jadinya.

cobalah berdiri di depan jendela dan pandanglah ke luar.
tanyakan pada dirimu, apa yang bisa kau berikan pada dunia ini.
pasti ada alasan kuat kau hadir di sini.
tentu bukan untuk merengek atau meminta sanjungan.
namun demi sebuah kegunaan yang takkan sia-sia.
bahkan seekor cacing pun menggeliat untuk menggemburkan tanah.
apalagi dirimu yang telah sempurna untuk seluruh tugas hidupmu.
tetapi, itu hanya terwujud bila kau berkenan memberi...

   

04 October 2005

Aku Makin Cantik Hari Ini

Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini?!
Sungguh, aku makin cantik!
Lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi.
Coba lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu.
Bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin.
Mukaku tidak lagi tertekuk penuh beban dan bebetean seperti waktu-waktu yang lewat.
Tubuhku tidak lagi lesu karena keputus asaan dan kehilangan harapan.

Sungguh, aku makin cantik hari ini!
Coba perhatikan, mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan.
Bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan.
Pipiku merona merah oleh semangat pengharapan.
Urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan.
Dan semuanya menjadikan wajahku berseri-seri.
Sungguh, cantiknya aku hari ini!
Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan menyanyi,
menikmati hidup ini dan tidak membiarkan permasalahan mempengaruhi suasana hati.
Ah, cantiknya diriku karenanya.

Sudah sepekan aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudara.
Dan itu telah membuatku lebih cantik hari ini.
Sudah seminggu aku berusaha lebih banyak berderma pada sesama.
Kini aku merasakan cantik sebagai balasannya.
Sudah seperempat bulan aku berusaha lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi.
Dan kini kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali.
Bahagianya aku karenanya!
Dan bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja.

Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri.
Ada kalanya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan.
Ada kalanya kita melakukan kesalahan.
Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan.
Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan.
Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang kita bayangkan.
Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita rasakan.
Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan.
Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan.
Tindakan yang dilakukan pun merupakan reaksi spontan.
Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam.
Dan tahukah dikau?
Semua itu akan menyebabkan penampilan dan tampang kita menjadi makin buruk saja.

Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-masa seperti itu dengan elegan.
Saat kita bisa menahan diri terhadapa sesuatu yang sangat kita inginkan.
Saat kita bisa menghadapi segala permasalahan dengan tenang.
Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan.
Hidup tidaklah berjalan seperti yang kita inginkan,
karena itu melewati saat-saat yang tidak menyenangkan adalah sebuah hal yang membahagiakan.

Misalnya, sesungguhnya aku adalah seorang yang sangat emosional.
Adalah membahagiakan bagiku
ketika dalam banyak hal akhir-akhir ini aku dapat meredam emosiku.
Dan itu membuat aku merasa cantik sekali.
Aku adalah seorang yang sangat ekspresif,
sehingga perasaan apapun yang tersimpan di hati akan nampak dengan jelas pada bahasa tubuh.
Maka sungguh membahagiakan ketika dalam banyak hal kemudian
aku dapat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya dan dapat tetap tampil stabil.
Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya.

Adalah hal yang menyenangkan ketika aku tidak panik,
padahal aslinya aku adalah seorang yang gampang panik.
Maka sungguh menyenangkan, ketika aku dapat mengontrol semua emosi,
pikiran dan perasaan sehingga berhasil mengatasi diri sendiri.
Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil mengalahkan diri sendiri.
Ketika aku dapat melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku.
Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia.

Selama kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami,
semua itu akan menjadi bukti sejarah atas pembelajaran hidup.
Rasulullah bersabda, sesungguhnya seorang muslim yang terbaik
bukanlah yang tidak pernah berbuat kesalahan,
namun mereka yang tiap kali melakukan kesalahan mengakuinya,
menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya, lagi dan lagi.

Tak perlu ada sakit hati, tak perlu ada kecewa
karena sesungguhnya segala sesuatu bagi orang muslim adalah baik saja,
selama dia bersyukur tiap mendapat nikmat dan sabar saat tertimpa musibah.
Karena itu, dengan bangga kunyatakan, aku makin cantik hari ini.
Apakah engkau juga?
Hei, jangan lupa,
ingatkan daku jika engkau melihatku lebih jelek esok hari!

(from an akhwat's blog)
24309319932296l

03 October 2005

mampukah aku jadi wanita shalehah?

Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah?
agung cintanya pada Rabbnya dan Rasulullah
hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
penawar hati kekasih Allah
susah dan senang rela bersama...
Dapatkah kudidik jiwa seperti Siti Aisyah?
istri Rasulullah yang bijak
pendorong dalam kesusahan dan penderitaan
tiada sukar untuk dilaksanakan...
Tergetar jiwaku
membayangkan pengorbanan putri shalehah Siti Fatimah
akur dalam setiap perintah
taat dengan ayah dan suaminya yang senantiasa berjuang
tetap kaya walau tiada memiliki harta dunia
layaklah ia sebagai wanita penghulu surga...
Ketika aku marah
ingin kuintip serpihan sabar
dari catatan hidup Siti Sarah...
Tabahkah jiwaku
setabah ummi ismail
mencari air penghilang dahaga
di tengah padang pasir yang terik
ditinggalkan suami tabah tanpa bantah
dan pengharapannya hanya pada Allah saja
itulah wanita Siti Hajar namanya...
Mampukah aku menjadi wanita shalehah?
mati dalam keunggulan iman
bersinar indah, harum tersebar
bagai wanginya pusara Masyithah...
Copy_of_kopermuslimah

15 August 2005

kita

pintu kearifan kita...
sesungguhnya ketika kita menemukan keberanian
berani jujur pada nurani,
bahwa kita bukanlah sebuah titik,
tapi sepersejuta debu yang tiada berharga.
keberhargaan kita...
hanya ketika sampai 
pada tangga teratas ma'rifat,
penyatuan hati dengan Ilahi
yang kita tapaki dengan kebersihan jiwa dan kepasrahan diri...

Design_402_1