My Photo
Powered by Friendster Blogs
Member since 05/2005

Categories

May 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    

« November 2005 | Main | January 2006 »

22 December 2005

ikhwan sejati

ikhwan sejati bukan dilihat dari bahunya yang kekar
tapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya

ikhwan sejati bukan dilihat dari suaranya yang lantang
tapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya
tapi dari sikap bersahabatnya pada orang disekitarnya

ikhwan sejati bukan dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat kerjanya
tapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah

ikhwan sejati bukan dilihat dari kerasnya pukulan
tetapi dari sikap bijaksananya memahami persoalan

ikhwan sejati bukan dilihat dari dadanya yang bidang
tapi dari hati yang ada dibalik itu

ikhwan sejati bukan dilihat dari banyaknya akhwat yang memujanya
tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya

ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan
tetapi dari tabahnya ia menghadapi lika-liku kehidupan

ikhwan sejati bukan dilihat dari kerasnya ia membaca alqur'an
tetapi dari konsistennya ia menjalankan apa yang ia baca

dan MUHAMMAD RASULULLAH adalah IKHWAN SEJATI
teladan bagi siapa saja yang ingin menjadi ikhwan sejati

04 December 2005

on the right path

tetaplah disini, saudaraku...
di jalan keimanan, di jalan keislaman ini.
tetaplah disini, saudaraku...
bersama meniti jalan sampai usai.
kita semua telah letih
karena memang perjalan ini sangat panjang dan berliku.
tapi tetaplah disini dan jangan menjauh!!!
yakinlah bahwa kenikmatan yang kita reguk di jalan ini
jauh lebih banyak ketimbang orang-orang yang lalai itu.
keindahan yang kita alami disini
sangat lebih indah daripada keindahan
yang kerap dibanggakan oleh mereka yang jauh dari jalan ini.

saudaraku...
jangan berharap atau tertipu
dengan fatamorgana kenikmatan,
keindahan dan kebahagiaan semu
yang sering kita lihat dari orang-orang
yang jauh dari tuntunan Allah.
jadi,
tetaplah disini...   

always istiqomah, ikhwah!

wanita itu...

jangankan lelaki biasa,
nabi pun terasa sunyi tanpa wanita
tanpa mereka, hati, pikiran, perasaan lelaki akan resah
masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya
apalagi yang tidak ada di surga,
namun Nabi Adam tetap merindukan Siti Hawa

kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri, atau puteri
dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok
untuk diluruskan oleh lelaki,
tetapi kalau sendiri yang tidak lurus,
tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus
luruskanlah mereka dengan petunjuk Allah,
karena mereka diciptakan begitu rupa oleh-Nya
didiklah mereka dengan panduan dari-Nya :
jangan coba jinakkan mereka dengan harta,
nanti mereka semakin liar...
jangan hibur mereka dengan kecantikan,
nanti mereka semakin menderita...
yang sementara itu tidak akan menyelesaikan mesalah...
kenalkan mereka kepada Allah,
Dzat yang kekal, di situlah kuncinya

akal setipis rambutnya, tebalkan ia dengan ilmu...
hati yang serapuh kaca, kokohkan ia dengan iman...
perasaan yang selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak...

suburkanlah, karena dari situlah nanti mereka
akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan
akan terhibur dan berbahagialah mereka,
walaupun tidak jadi ratu cantik dunia,
presiden ataupun perdana menteri ataupun women gladiator
bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan
itu bukan diskriminasi Tuhan
sebaliknya di situlah kasih sayang Tuhan,
karena rahim wanita yang lembut itulah
yang mengandungkan lelaki2 wajah:
negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lain
tidak akan lahir superman tanpa superwoman.

wanita yang lupa hakikat kejadiannya,
pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan
tanpa ilmu, iman dan akhlak,
mereka bukan saja tidak bisa diluruskan,
bahkan mereka pula membengkokkan
lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh kaum perempuan...
daripada perempuan yang dirusak oleh laki-laki...
sebodoh-bodoh perempuan pun bisa
menundukkan sepandai-pandainya lelaki.

itulah akibat apabila wanita tidak kenal Tuhan
mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri,
apalagi mengenal lelaki.
kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary,
bahkan anakpun akan kehilangan ibu,
suami kehilangan istri dan bapak akan kehilangan puteri
bila wanita durhaka dunia akan huru-hara
bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa

para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan
tetapi binalah kepemimpinan
pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah,
pimpinlah diri sendiri dahulu kepada-Nya
jinakkan diri dengan Allah,
niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita
jangan mengharap istri seperti Siti Fatimah
kalau pribadi belum lagi seperti Sayyidina Ali

(email from rlgw053@.....com)