My Photo
Powered by Friendster Blogs
Member since 05/2005

Categories

May 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    

« May 2006 | Main | August 2006 »

10 July 2006

layakkah kita dicintai?

layak dicintai adalah lambang keberartian.
sebab cinta tak dipersembahkan untuk padang jiwa yang hampa,
tidak juga untuk karya-karya yang tak bermakna.
hanya bila kita berguna, maka kita layak dicintai.

hidup tak memberi ruang untuk orang-orang yang kikir atau degil.
yang hanya bisa merusak tanpa bisa membangun.
yang hanya pandai mengkhianati, menyakiti
dan tak pernah berdaya untuk merajut kembali.
yang hatinya beku dan tak pernah mampu mengilhami.
hanya bila kita berarti, maka kita layak dicintai.

kelayakan dicintai adalah  definisi  dari sebuah  kapasitas diri.
kapasitas yang bisa diukur dari sejauhmana kita memiliki harga.
dalam wujud amal nyata dan peran-peran yang berbukti.
nilai umum dari orang yang layak dicintai,
adalah  kemanfaatan dirinya bagi kehidupan,
bagi sesama, bagi keberlangsungan diri dan orang lain.

layakkah kita dicintai, adalah pesan sosial yang menegaskan
bahwa keberadaan kita di dunia ini;
di rumah, di tempat kerja, di masyarakat, di tempat belajar,
di kursi-kursi jabatan yang mewah,
harusnya mencerminkan kehidupan yang menjawab pertanyaan tersebut.
siapa yang tak berguna, tak memberi manfaat bagi kehidupan ini,
sesungguhnya memang tak layak untuk mendapatkan cinta.
dari siapapun.

karunia iman memberi kekuatan lain pada makna kelayakan cinta itu.
disini keberartian menjadi sempurna.
beriman, berdaya guna, taat dan kemudian memberi manfaat bagi kehidupan sesama.
maka sebaik-baik mukmin adalah yang banyak memberi manfaat bagi orang lain.
karenanya kelayakan dicintai pada dimensi yang paling mendalam
adalah kemampuan seorang manusia untuk bisa mengerti apa yang seharusnya dilakukan
sebagai seorang hamba yang diciptakan ALLAH di muka bumi ini.
yang kelak akan mati, lalu dimintai pertanggungjawaban.
maka dengan begitu, ia akan memburu cinta-NYA agar layak dicintai.

pada perburuan cinta itu lantas berhamburan amal-amal dan kebaikannya
untuk orang-orang yang ada di sekelilingnya.
maka profesi dan status tak kuasa membendung aliran-aliran kebaikan itu.
sebab profesi dan status itu hanya lorong-lorong tempat orang yang layak dicintai
itu mengalirkan arus kebaikannya.

di setiap jengkal wilayah sosial kita selalu ada tempat untuk bertanya.
maka bertanyalah kita. hari ini. sejenak saja.
tentang hiruk-pikuk pergulatan hidup yang kita jalani.
di jenak-jenak lelah  dan godaan bosan yang menghantui.
atau tentang kerja-kerja duniawi yang menguras akal budi.
disela  oleh mimpi dan keinginan memiliki bertumpuk rezeki.
atau tentang belajar di meja-meja buku yang tak kunjung usai.
ditingkahi malas dan lambaian jalan menyimpang yang merajuk merayu.
adakah semua itu mengantarkan kita menjadi orang yang layak dicintai?    

(taken from tarbawi)

=====================================================================================
"sesungguhnya jika ALLAH mencintai seorang hamba,
maka jibril pun berseru : sesungguhnya ALLAH mencintai si fulan,
maka cintailah ia. kemudian jibril juga mencintainya.
lalu jibril berseru ke langit: sesungguhnya ALLAH telah mencintai si fulan,
maka cintailah ia. maka semua yang ada di langit mencintainya,
serta diberikan tempat yang luas baginya untuk dicintai di bumi" 
(H.R BUkhari&Muslim)