layakkah kita dicintai?
layak dicintai adalah lambang keberartian.
sebab cinta tak dipersembahkan untuk padang jiwa yang hampa,
tidak juga untuk karya-karya yang tak bermakna.
hanya bila kita berguna, maka kita layak dicintai.
hidup tak memberi ruang untuk orang-orang yang kikir atau degil.
yang hanya bisa merusak tanpa bisa membangun.
yang hanya pandai mengkhianati, menyakiti
dan tak pernah berdaya untuk merajut kembali.
yang hatinya beku dan tak pernah mampu mengilhami.
hanya bila kita berarti, maka kita layak dicintai.
kelayakan dicintai adalah definisi dari sebuah kapasitas diri.
kapasitas yang bisa diukur dari sejauhmana kita memiliki harga.
dalam wujud amal nyata dan peran-peran yang berbukti.
nilai umum dari orang yang layak dicintai,
adalah kemanfaatan dirinya bagi kehidupan,
bagi sesama, bagi keberlangsungan diri dan orang lain.
layakkah kita dicintai, adalah pesan sosial yang menegaskan
bahwa keberadaan kita di dunia ini;
di rumah, di tempat kerja, di masyarakat, di tempat belajar,
di kursi-kursi jabatan yang mewah,
harusnya mencerminkan kehidupan yang menjawab pertanyaan tersebut.
siapa yang tak berguna, tak memberi manfaat bagi kehidupan ini,
sesungguhnya memang tak layak untuk mendapatkan cinta.
dari siapapun.
karunia iman memberi kekuatan lain pada makna kelayakan cinta itu.
disini keberartian menjadi sempurna.
beriman, berdaya guna, taat dan kemudian memberi manfaat bagi kehidupan sesama.
maka sebaik-baik mukmin adalah yang banyak memberi manfaat bagi orang lain.
karenanya kelayakan dicintai pada dimensi yang paling mendalam
adalah kemampuan seorang manusia untuk bisa mengerti apa yang seharusnya dilakukan
sebagai seorang hamba yang diciptakan ALLAH di muka bumi ini.
yang kelak akan mati, lalu dimintai pertanggungjawaban.
maka dengan begitu, ia akan memburu cinta-NYA agar layak dicintai.
pada perburuan cinta itu lantas berhamburan amal-amal dan kebaikannya
untuk orang-orang yang ada di sekelilingnya.
maka profesi dan status tak kuasa membendung aliran-aliran kebaikan itu.
sebab profesi dan status itu hanya lorong-lorong tempat orang yang layak dicintai
itu mengalirkan arus kebaikannya.
di setiap jengkal wilayah sosial kita selalu ada tempat untuk bertanya.
maka bertanyalah kita. hari ini. sejenak saja.
tentang hiruk-pikuk pergulatan hidup yang kita jalani.
di jenak-jenak lelah dan godaan bosan yang menghantui.
atau tentang kerja-kerja duniawi yang menguras akal budi.
disela oleh mimpi dan keinginan memiliki bertumpuk rezeki.
atau tentang belajar di meja-meja buku yang tak kunjung usai.
ditingkahi malas dan lambaian jalan menyimpang yang merajuk merayu.
adakah semua itu mengantarkan kita menjadi orang yang layak dicintai?
(taken from tarbawi)
=====================================================================================
"sesungguhnya jika ALLAH mencintai seorang hamba,
maka jibril pun berseru : sesungguhnya ALLAH mencintai si fulan,
maka cintailah ia. kemudian jibril juga mencintainya.
lalu jibril berseru ke langit: sesungguhnya ALLAH telah mencintai si fulan,
maka cintailah ia. maka semua yang ada di langit mencintainya,
serta diberikan tempat yang luas baginya untuk dicintai di bumi"
(H.R BUkhari&Muslim)

Mba Ntrie,
Tahukah engkau bahwa,ilmu yang paling tinggi tingkatannya adalah ma'rifatulloh, mengenal Alloh. Untuk mencapainya, kamu harus membersihkan jiwamu dulu. hilangkan kecintaanmu pada dunia. ibarat kita mencintai seorang kekasih, tentu kekasih kita itu tidak ingin rasa cinta kita terhadapnya terbagi walau sedikit pun.
Cinta lah hanya Alloh, cukuplah hanya dengan Alloh, yakinlah dengan semua rahasia-Nya dan kamu tidak akan pernah kecewa. barakalloh
Posted by: andri | September 6, 2006 03:56 AM
Ingin kukatakan arti cinta kepadamu dinda, agar kau mengerti arti sesungguhnyaaaa...
Tak akan terlena dan terbawa harumnya bunga asmara
Yang akan membuat dirimu sengsara...
Cinta Suci luar biasa fitrah bagi manusia kasih sayang dari sang pencipta
jangan kau berpaling dari cinta, cinta dari yang maha pencipta kau pasti tergoda
Cinta yang abadi hanya ada cinta membuat diri bahagia, pada Allah Saja........
Afwan.....
Posted by: Akhi Arif | September 22, 2006 01:50 AM